Kamis, 28 Oktober 2021 | 18:40 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Senin, 13 September 2021 16:44

Kembangkan Pelabuhan Benoa Bali, Pelindo III Disuntik PMN Rp1,2 Triliun

Translog Today
(Pelindo III)

DENPASAR - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mendapat dukungan pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,2 trilliun untuk pengembangan Pelabuhan Benoa Bali dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

Dana PMN tersebut akan digunakan Pelindo III untuk pengerukan alur dan kolam Pelabuhan Benoa tahap 2 yang merupakan salah satu dari 16 paket pengembangan BMTH.

Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto mengungkapkan, pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 2 merupakan lanjutan dari pekerjaan pada 2019. Dengan pengerjaan ini, kedalaman alur dan kolam Pelabuhan Benoa diharapkan sepenuhnya merata sedalam minus 12 meter low water spring (MLWS).

"Pengerukan alur dan kolam ditahap ini areanya lebih luas, akan menjangkau hingga area pengembangan pelabuhan di sisi utara Pelabuhan Benoa saat ini, kedalaman akan merata hingga minus 12 MLWS," kata Boy saat bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster, Sabtu (11/9).

Secara rinci Boy menyebut area yang akan dikeruk yakni kolam dermaga timur, kolam putar, alur pelayaran (pelebaran), kolam dermaga yacht club. Selanjutnya adalah kolam dermaga LNG, curah cair dan petikemas serta kolam dermaga selatan.

Pengerukan alur dan kolam pelabuhan dilakukan kembali karena pada beberapa area kedalaman alur dan kolam masih belum merata. Kedalaman di area pengembangan pelabuhan misalnya, kedalaman saat ini berkisar antara minus 1-3 MLWS.

Boy mengungkapkan, area pengembangan sisi utara Pelabuhan Benoa direncanakan untuk area petikemas, curah cair, dan LNG yang terpisah dengan area wisata, sehingga membutuhkan kolam pelabuhan yang dalam, bisa diakses kapal tanker dengan panjang 180 meter dengan boot 50.000 deadweight tonnage (DWT).

Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi pengembangan Pelabuhan Benoa yang dilakukan oleh Pelindo III. Menurut dua, konsep pengembangan BMTH sudah menggambarkan Bali sebagai daerah tujuan wisata yang berwawasan budaya dan kearifan lokal Bali.

Dengan demikian, tuturnya, pengembangan Pelabuhan Benoa dapat sejalan dengan visi pemerintah Provinsi Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Harmonisasi pembangunan penting untuk menggambarkan kehidupan asli masyarakat Bali yang lekat akan budaya dan tradisi. Guna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

"Wisatawan yang datang melalui Pelabuhan Benoa harus merasa jika mereka berada di Bali saat pertama kali tiba, hal ini penting karena Bali memiliki nilai budaya yang kuat," kata Koster.

Lebih lanjut, Koster meminta agar pengembangan Pelabuhan Benoa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak. Keterlibatan UMKM juga ditekankan agar perekonomian juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat Bali.

"Masyarakat berhak memperoleh manfaat, sehingga mereka harus dilibatkan, sediakan tempat bagi mereka di Pelabuhan Benoa, agar nantinya saat pandemi ini berakhir mereka juga ikut bangkit seiring dengan kapal pesiar yang kembali datang ke Bali," tutup Koster. (hlz/hlz)


Komentar