Minggu, 28 November 2021 | 04:30 WIB

Visit our social media :
Home / General News / Economy
Kamis, 08 Juli 2021 17:31

BHS: Satgas Covid-19 Harus Jamin Ketersediaan Obat dengan Harga Terjangkau

Translog Today

JAKARTA - Pemerintah melalui Satgas Covid-19 diminta memberikan informasi yang jelas dan konsisten mengenai obat terapi Covid-19 kepada masyarakat, sebab sebagian besar penderita melakukan perawatan atau isolasi mandiri di rumah dan membutuhkan obat yang terjangkau.

Menurut politikus Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS), selama ini masyarakat kurang mendapatkan informasi yang jelas mengenai obat Covid-19 dari pemerintah dan Satgas Covid-19 sehingga mencari informasi obat sendiri yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Penderita Covid-19 yang dirawat di rumah sakit hanya sebagian kecil, 85 persen penderita melakukan isolasi mandiri atau pengobatan sendiri di rumah. Pemerintah harus memperhatikan dan menyelamatkan mereka dengan memberikan informasi obat yang jelas dan ketersediaan obat yang murah," katanya, Rabu (7/72021).

Dari 85 persen itu, tutur BHS, diperkirakan hanya 5 persen yang mengetahui obat terapi Covid-19, tetapi yang bisa mendapatkan obatnya paling banyak 50 persen saja. "Yang lainnya sulit mendapatkan obat itu karena langka atau mahal. Inilah yang harus segera ditangani oleh pemerintah melalui Satgas Covid-19," ujarnya.

Dia juga menyoroti kelangkaan peralatan penanganan Covid-19, termasuk gas oxygen. Dia mengingatkan bahwa gas oxygen tidak hanya dibutuhkan rumah sakit, tetapi juga pasien yang melakukan perawatan di rumah.

BHS mengatakan, kelangkaan itu seharusnya tidak terjadi apabila pemerintah bersama Satgas Covid-19 bekerja maksimal untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

"Satgas harus menjamin ketersediaan obat Covid-19 yang terjangkau serta memberikan informasi yang jelas dan konsisten," ungkap Bambang Haryo, sambil menambahkan bahwa Satgas Covid-19 harus diberikan kewenangan untuk menindak tegas penimbun obat seperti Satgas Pangan.

Untuk mengantisipasi kasus Covid-19 yang terus melonjak, dia meminta pemerintah mengerahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang jumlahnya lebih dari 4 juta orang untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat.

Jangan hanya pemimpinnya saja yang melakukan pencitraan, tetapi seluruh pegawai harus dilibatkan karena kondisi saat ini sudah darurat.

"Seluruh ASN harus dilibatkan guna melakukan pencegahan Covid-19 dan sosialisasi kepada masyarakat secara terus menerus. Berdayakan juga Puskesmas di seluruh Indonesia semaksimal mungkin sebagai pusat layanan penderita Covid-19. Puskesmas jangan tutup, harus lakukan tracing dan testing warga di wilayahnya," ujar BHS.

Dia juga mengingatkan pemerintah agar segera mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan untuk mengantisipasi bencana non-alam, seperti Covid-19 ini di masa mendatang.

"Tenaga kesehatan kita kurang untuk mengantisipasi darurat Covid-19 seperti sekarang. Jumlah dokter di Indonesia diperkirakan hanya 1:5000 jumlah penduduk, paling rendah di Asia Tenggara bahkan di bawah Timor Leste sehingga banyak daerah kekurangan dokter, perawat dan nakes lainnya," paparnya.

Menurut Bambang Haryo, pendidikan kedokteran di Indonesia terkesan dipersulit dan mahal sehingga masyarakat kurang berminat. Biaya pendidikan kedokteran hingga selesai diperkirakan lebih dari Rp1 miliar, padahal Indonesia membutuhkan 5 kali jumlah dokter saat ini.

"Banyak yang berminat pendidikan kedokteran tetapi biayanya mahal. Pemerintah harus bantu dan permudah untuk mengantisipasi bencana di masa mendatang," ujarnya.

Obat Alternatif

Sebagai informasi, Bambang Haryo memberikan tips kesehatan mengenai terapi Covid-19 dengan obat tradisional sebagai alternatif. Tips ini merupakan wasiat turun-temurun dan berdasarkan pengalamannya membantu penderita Covid-19.

Jika terpapar Covid-19, dia menyarankan untuk meminum air rebusan jahe, kunir dan daun sirih 1 kali sehari, dan air rebusan degan (kelapa) hijau dan daun sirih 1 kali sehari.

Selain itu, konsumsi gongso (sanrai) cacing tanah yang dimasukkan ke dalam kapsul 2 kali sehari. Konsumsi selama dua pekan sampai kondisi pulih. "Minum secara rutin selama mengalami gejala, jaga stamina dan pikiran. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan pandemi ini segera berakhir," ungkap BHS. (hlz/hlz)


Komentar