Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:15 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / Transportation
Minggu, 07 Juni 2020 20:22

Cegah Covid-19, Transportasi Harus Utamakan Aspek Kesehatan di Era New Normal

Translog Today

JAKARTA -

Pemerintah segera membuka kembali sembilan sektor memasuki tatanan normal baru menghadapi pandemi Covid-19. Kesembilan sektor itu, yakni pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi barang.

Sektor transportasi termasuk sektor yang akan dibuka lebih luas, sehingga diperlukan pengendalian guna meminimalisir potensi penyebaran Covid-19.

"Sinkronisasi antar-kementerian/lembaga sangat penting. Dalam membuka sembilan sektor, K/L harus memberi masukan karena ini tidak hanya berlaku di DKI, tapi juga di seluruh Indonesia," kata Menteri Perhubungan Budi Karya dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan dan Pengendalian Transportasi yang digelar oleh Kementerian Perhubungan secara daring, Minggu (7/06).

Dalam tatanan normal baru (new normal), transportasi publik harus melakukan perubahan dengan mengutamakan aspek kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

Untuk itu, para pengguna dan penyelenggara transportasi perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru yang ada dalam protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. 

Pernyataan Menhub diamini oleh Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa yang turut hadir dalam rapat virtual tersebut.

Pada kondisi sekarang, menurut Diah, tuntutan untuk mematuhi protokol kesehatan harus dilakukan untuk meminimalisir penularan Covid-19 yang diiringi dengan bangkitnya ekonomi masyarakat dalam menghadapi tatanan normal baru.

Penyesuaian proses bisnis dan standar pelayanan selama masa transisi harus dipublikasikan serta disosialisasikan secara luas kepada para stakeholders

Terkait transportasi publik, Diah mengimbau para penyelenggara transportasi untuk memperhatikan standar pelayanan termasuk implementasi protokol Covid-19 seperti penggunaan masker dan penerapan jarak aman.

"Saya kira standar pelayanan yang disesuaikan dengan antrean, bagaimana penempatan layout kursi di tempat pelayanan jadi hal yg sangat penting," ujarnya.

Selain mematuhi protokol kesehatan, Diah juga mengajak para stakeholder transportasi publik untuk mengedepankan service excellence kepada penumpang dan standar tarif yang jelas dan mudah dilihat. Penjualan tiket pun sudah sebaiknya dialihkan ke sistem online pada semua jenis moda transportasi.

Pada kesempatan tersebut, Diah juga menyampaikan Surat Edaran Menteri PANRB No. 58/2020 yang mengatur tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Kerja Baru.

"Penyesuaian sistem kerja memperhatikan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian, fleksibilitas dalam pengaturan lokasi bekerja (di rumah atau di kantor), dan penyesuaian kondisi lokasi tempat kerja dan tempat tinggal," lanjutnya.

Dalam menyesuaikan dengan tatanan normal baru, diperlukan dukungan sumber daya manusia (SDM) aparatur dan dukungan infrastruktur. Dukungan SDM aparatur diperlukan untuk memantau dan mengawasi kedisiplinan pegawai.

Adapun dukungan infrastruktur seperti sarana prasarana penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang aman, diperlukan untuk mendukung kinerja pegawai. 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19, yang terpenting adalah mengendalikan pergerakan individu. Selama masa transisi yang dimulai sejak 5 Juni lalu, semua orang mulai bisa kembali melakukan aktivitasnya, namun dengan jumlah yang dibatasi.

Masa transisi ini, menurut Anies, bertujuan agar tidak terjadi lonjakan kegiatan yang berpotensi pada penularan Covid-19 yang lebih luas setelah tiga bulan dilaksanakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Potensi adanya gelombang kedua Covid-19 menjadi alasan Anies untuk mengendalikan pergerakan individu.

"Intinya, kami tetap melakukan pengendalian, tapi kriterianya lebih pada pengendalian orang yang berpotensi menularkan daripada pengendalian orang berdasarkan profesi (sektor kerjanya)," kata Anies. (hlz/hlz)


Komentar