Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:13 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Kamis, 28 Mei 2020 14:57

Angkutan Laut Dibuka Lagi 7 Juni, Pelabuhan Diminta Antisipasi New Normal

Aidikar M. Saidi

MAKASSAR -

Kementerian Perhubungan meminta kepada seluruh instansi di Pelabuhan Makassar melakukan monitoring dan pengawasan arus balik, menyusul kemungkinan dibukanya angkutan laut pada 7 Juni untuk menghidupkan kembali perekonomian, khususnya di Makassar.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Capt. Wisnu Handoko menyampaikan hal itu dalam Rapat Pembahasan Kesiapan Antisipasi Pembatasan Perjalanan Arus Balik dan Protokol Covid Rapid Test/PCR Swab bagi Penumpang Angkutan Laut di Pelabuhan Utama Makassar, Rabu (27/5).

Selain melakukan monitoring, Wisnu meminta agar dilakukan antisipasi dan menyiapkan diri untuk New Normal yang dianjurkan pemerintah untuk mengendalikan transmisi Covid-19.

Antisipasi itu antara lain dengan mengatur ketat tempat-tempat yang rentan berkumpulnya orang, termasuk pada sektor angkutan laut dengan memerhatikan protokol Covid-19, mulai dari menjaga kebersihan, memakai masker, serta physical dan social distancing.

Menurut Capt. Wisnu, Kemenhub harus mengikutsertakan pelayaran komersial dalam hal ini PT Pelni berkaitan dengan penyediaan tiket angkutan laut untuk menegakkan aturan protokol Covid-19.

“Penumpang harus melengkapi syarat-syarat seperti surat kesehatan bebas Covid-19 dari rapid test, PCR/Swab test dan syarat lain yang telah ditetapkan dari pelabuhan asal, baik dari luar ataupun dari Makassar. Kalau syaratnya tidak lengkap, maka bisa tidak dilayani untuk memudahkan pengawasan di pelabuhan,” jelasnya.

Dia menuturkan, saat ini sudah ada aturan baru yang menyebutkan bahwa rapid test berlaku 3 hari dan PCR berlaku 7 hari. Setelah lewat harinya, bisa dilakukan tes lagi.

Selama ini, lanjut Capt. Wisnu, telah terbentuk dan aktif bertugas Satgas Terpadu Covid-19 Transportasi Laut Sulsel untuk melaksanakan pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum perjalanan orang dengan transportasi laut.

Satgas tersebut telah bekerja sama dengan berbagai instansi terkait di 15 pelabuhan di seluruh wilayah Sulsel, termasuk pelabuhan rakyat seperti Paotere dan Kayu Bangkoa dengan kontribusi yang besar dan selalu bekerja sama dengan baik.

“Jangan kaget setelah 7 Juni 2020, mulai penerapan New Normal dan yakin semua pelabuhan di Sulsel telah menyiapkan pengawasan dan pengendalian sesuai protokol Covid-19,” ujarnya.

Dia juga meminta penjualan tiket kapal tetap 50% dan agar selalu menerapkan physical dan social distancing. Selanjutnya, akan ada penerbitan Surat Izin Keluar Masuk ke wilayah tertentu seperti yang sudah lebih dulu diterapkan di DKI Jakarta dan Bali.

“Diharapkan ekonomi bisa kembali tumbuh di masa pandemi Covid-19 dengan dibukanya transportasi laut secara bertahap, dengan tetap memerhatikan protokol Covid-19 dengan era baru New Normal,” ujarnya.

Usai rapat, Capt. Wisnu bersama peserta yang hadir melakukan kunjungan langsung ke Terminal Penumpang Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Rakyat Paotere dan Makassar New Port (MNP). (hlz/hlz)


Komentar