Kamis, 02 Juli 2020 | 23:22 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Selasa, 26 Mei 2020 19:43

Pelindo IV Cabang Makassar: Tarif Pas Masuk Pelabuhan Paotere Sesuai Aturan dan Kesepakatan

Aidikar M. Saidi
Pelabuhan Paotere (Pelindo IV)

MAKASSAR -

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Makassar menegaskan tarif yang tertera dalam pas masuk Pelabuhan Paotere sesuai dengan Peraturan Direksi (PD) dan Kesepakatan Bersama dengan asosiasi di pelabuhan rakyat tersebut.

Tarif dalam pas masuk Pelabuhan Paotere itu terdiri dari tarif kendaraan dan sopir sebesar Rp15.000, tarif per kepala Rp3.000, serta untuk jasa dermaga dan penumpukan barang Rp15.000.

Menurut General Manager Pelindo IV Cabang Makassar Aris Tunru, tarif pas masuk Pelabuhan Paotere yang tertera di setiap karcis yang diberikan oleh petugas di pintu masuk kepada setiap pengunjung merupakan tarif resmi.

“Tarif itu berdasarkan Peraturan Direksi dan juga kesepakatan bersama dengan asosiasi yang ada di dalam Pelabuhan Paotere,” jelas Aris, Selasa (26/5).

Dia menyebutkan, pas masuk Rp15.000 untuk jasa dermaga dan penumpukan barang dikenakan kepada setiap pengunjung yang membawa barang, misalnya dalam kendaraan minibus atau mobil pikap.  

“Tarif jasa dermaga dan penumpukan barang yang dipungut dari setiap pengunjung per sekali masuk sesuai Peraturan Direksi Pelindo IV Nomor PD 31 Tahun 2006 tanggal 14 Desember 2006 serta Kesepakatan Bersama No. BA 20/KB.501/1/POT-2015 tanggal 14 Desember 2015,” ungkapnya.

Kendaraan yang masuk pelabuhan juga dikenakan Pas Kendaraan sebesar Rp15.000 per sekali masuk sudah termasuk supir. Aris mengklaim tarif itu sesuai dengan Peraturan Direksi Pelindo IV No. PD 14 Tahun 2008 tanggal 4 Juni 2008 dan Kesepakatan Bersama No. 19/HK/301/4/MKS-2017 dan No. 019/DPC/PELRA/MKS/IX/2017 tanggal 04 September 2017.

“Adapun pas masuk per orang sebesar Rp3.000, itu sesuai Peraturan Direksi Pelindo IV No. PD 14 Tahun 2008 tanggal 4 Juni 2008 serta Kesepakatan Bersama No 19/HK/301/4/MKS-2017 dan No. 019/DPC/PELRA/MKS/IX/2017 tanggal 04 September 2017,” katanya.

Aris juga menegaskan, Pelabuhan Paotere merupakan pelabuhan rakyat yang di dalamnya terdapat aktivitas kepelabuhanan, seperti keluar masuk barang dari berbagai wilayah yang diangkut dengan menggunakan kapal-kapal phinisi atau kapal kayu.

Paotere terletak di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulawesi Selatan. Pelabuhan yang berjarak kurang lebih 5 km atau sekitar 30 menit dari pusat Kota Makassar ini merupakan salah satu pelabuhan rakyat warisan Kesultanan Gowa Tallo yang masih bertahan hingga saat ini.

Pelabuhan Paotere masih dipakai sebagai pelabuhan perahu-perahu rakyat seperti phinisi dan lambo serta menjadi pusat niaga para nelayan di sekitarnya. Tak hanya nelayan, masyarakat yang tinggal di pulau-pulau sekitar hingga kini masih mengandalkan suplai logistik yang diangkut kapal phinisi dan lambo tersebut. (hlz/hlz)


Komentar