Jumat, 07 Agustus 2020 | 10:02 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / Maritime
Kamis, 30 April 2020 21:39

Molor Sejak September 2019, Tarif Angkutan Penyeberangan Akhirnya Naik mulai 1 Mei

Translog Today
(translogtoday)

JAKARTA -

Kementerian Perhubungan akhirnya menaikkan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi lintas antarprovinsi mulai 1 Mei 2020, setelah sempat tertunda sejak September tahun lalu.

Kenaikan tarif angkutan penyeberangan tersebut ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 92 Tahun 2020 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antarprovinsi.

KM ditandatangani oleh Menhub Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan pada 22 April 2020, dan tarif baru mulai berlaku pada Jumat, 1 Mei 2020.

Dalam KM itu disebutkan bahwa kenaikan tarif angkutan penyeberangan mengacu pada Permenhub No. PM 99 Tahun 2019 tentang Mekanisme Penetapan dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan.

Pertimbangan lainnya, yakni untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat, keberlangsungan industri penyeberangan, keselamatan dan keamanan pelayaran.

Sebagai informasi, tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi belum mengalami kenaikan sama sekali dalam 2,5 tahun terakhir, padahal sesuai dengan PM 99/2019 tarif harus dievaluasi setiap 6 bulan.

Akibatnya, operator terancam kolaps karena tidak sanggup menutupi biaya operasional terus naik. Kondisi ini dikhawatirkan membuat operator kesulitan menjaga standar pelayanan dan keselamatan pelayaran yang sangat ketat.

Dalam lampiran KM 92 tersebut, Menhub menetapkan tarif angkutan penyeberangan di 59 lintasan di seluruh Indonesia, antara lain Merak-Bakauheni (15 mil), Ketapang-Gilimanuk (5 mil), Lembar-Padangbai (38 mil), Bitung-Ternate (156 mil), Siwa-Lasusua (52 mil), Sape-Waingapu (110 mil).

Selain itu, Balikpapan-Taipa (204 mil), Bajoe-Kolaka (85 mil), Tanjung Kelian-Tanjung Api-api (30 mil), Bitung-Tobelo (222 mil), Bira-Sikeli (85 mil), Sape-Labuan Bajo (75 mil), Sape-Waikelo (70 mil), dan lintasan lainnya.

Secara garis besar, tarif angkutan penyeberangan di lintasan-lintasan tersebut rata-rata naik 10%. Sebagai contoh, tarif baru di lintasan Merak-Bakauheni untuk kendaraan golongan I ditetapkan Rp16.500, golongan II Rp39.500, golongan III Rp100.500, golongan IV penumpang Rp369.000 dan barang Rp350.000.

Adapun untuk kendaraan golongan V penumpang Rp740.000 dan barang Rp644.000, golongan VI penumpang Rp1.228.000 dan barang Rp1.000.000, golongan VII Rp1.365.500, golongan VIII Rp1.804.500, dan golongan IX Rp2.689.500.

Sebelumnya, Kemenhub berjanji menyesuaikan tarif angkutan penyeberangan rata-rata 28% secara bertahap hingga 3 tahun ke depan. Kenaikan itu sempat ditolak Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) karena dinilai belum memadai. (hlz/hlz)


Komentar