Jumat, 07 Agustus 2020 | 11:01 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / Maritime
Rabu, 08 April 2020 18:52

Kemenhub akan Uji Coba E-Pilotage di 4 Stasiun VTS di Perairan Indonesia

Translog Today

JAKARTA -

Menindaklanjuti rencana penerapan Electronic Pilotage (E-Pilotage), Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan melakukan uji coba (test bed) di wilayah perairan Indonesia, khususnya di 4 stasiun Vessel Traffic Services (VTS).

Direktur Kenavigasian Kemenhub Hengki Angkasawan mengungkapkan, test bed tersebut rencananya dilaksanakan secara tentatif pada minggu keempat Mei sampai dengan minggu ketiga Juni 2020.

Test bed akan dilakukan di 4 Stasiun VTS, yaitu VTS Batam, VTS Tanjung Priok, VTS Benoa dan VTS Tarakan, serta tentunya sambil menunggu dan memperhatikan perkembangan lebih lanjut terkait masa tanggap darurat pandemi COVID-19,” jelasnya, Rabu (8/4).

Dengan pelaksanaan test bed ini, Indonesia bisa mendapatkan gambaran utuh bagaimana E-Pilotage dilaksanakan sesuai ketentuan Internasional serta best practices/pelaksanaan di negara-negara lain, termasuk kendala atau hambatan dalam operasionalnya.

Dengan demikian, lanjut Hengki, Ditjen Perhubungan Laut dapat melakukan evaluasi dan pengembangan yang dibutuhkan, baik di bidang regulasi, peralatan, maupun sumber daya manusia.

Untuk mewujudkan terlaksananya test bed ini, Ditjen Perhubungan Laut dalam hal ini Direktorat Kenavigasian dan Direktorat Kepelabuhanan akan menyiapkan draft template scenario pelaksanaan test bed E-Pilotage, serta melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksaan test bed tersebut.  

Lebih lanjut Ditjen Perhubungan Laut melalui Distrik Navigasi akan melaksanakan koordinasi lebih lanjut dengan PT Pelindo I-IV serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terkait untuk melakukan finalisasi draft template skenario pelaksanakan test bed E-Pilotage yang sebelumnya sudah disampaikan oleh Direktorat Kenavigasian.

“Pelaksanaan test bed ini akan melibatkan banyak pihak, baik itu Distrik Navigasi, KSOP dan juga stakeholder terkait yakni Pelindo I-IV yang masing-masing memiliki peranan tersendiri dalam pelaksanaan test bed,” jelas Hengki.

Distrik Navigasi akan menyiapkan SDM terkait VTS serta berkoordinasi dengan vendor penyedia peralatan untuk menyiapkan keandalan peralatan VTS, termasuk pelaksanaan kalibrasi dan validasi peralatan.

Adapun Pelindo I-IV akan menyediakan kapal yang akan berpartisipasi dalam pelaksanaan test bed serta menyiapkan Pilot/Pandu yang memiliki kompetensi.

“Distrik Navigasi beserta Pelindo terlebih dulu akan melaksanakan simulasi test bed dan demi kelancaran pelaksanaan tentunya akan dibuat SK Tim Pelaksana yang beranggotakan seluruh pihak dan stakeholder terkait,” tutup Hengki.

Sebagai informasi, pelaksanaan uji coba atau test bed pemanduan secara elektronik atau E-Pilotage ini merupakan salah satu program quick wins Ditjen Perhubungan Laut dan merupakan salah satu program penting untuk mengoptimalisasikan peran VTS di perairan Indonesia. (hlz/hlz)


Komentar