Kamis, 16 Juli 2020 | 00:42 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Senin, 30 Maret 2020 20:33

Kuala Tanjung Layani Rute Peti Kemas Internasional Perdana ke Port Klang

Translog Today

MEDAN - Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal (PMT), anak perusahaan PT Pelindo I (Persero), membuka rute peti kemas internasional komersial perdana pada Sabtu (28/3).

Komoditas ekspor itu dikirim melalui Pelabuhan Kuala Tanjung yang berlokasi di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Total bongkar muat yang dilayani sebanyak 365 boks atau 440 TEUs.

“Ini merupakan milestone KTMT karena bongkar muat domestik sudah kita lakukan dan internasional komersial baru perdana ini. Semoga bisa membawa kapal internasional lainnya melalui Pelabuhan Kuala Tanjung,” kata Dirut PMT Robert MP Sinaga, Minggu (29/3).

Pengapalan dengan rute Kuala Tanjung-Port Klang ini memuat kargo dari PT Unilever Oleochemical Indonesia dan PT Multimas Nabati Asahan (Wilmar Group).

Rencananya, pengapalan ke Port Klang akan rutin dilakukan seminggu sekali. Robert berharap KTMT ke depan bisa melayani kargo-kargo lainnya dari hinterland Kuala Tanjung.

Agen pelayaran rute Port Klang-Kuala Tanjung-Port Klang ini adalah PT Forecastle Indonesia yang bekerja sama dengan Legend Logistics Asia.

Kegiatan penumpukan dan flushing untuk setiap peti kemas dari PT Forecastle Indonesia ini dikerjasamakan dengan PT Mitra Bangun Negeri (MBN Logistic Center), yang berjarak sekitar 5 km dari Pelabuhan Kuala Tanjung.

Meskipun ekspor perdana ini dilakukan saat virus corona (Covid-19) mewabah, persiapan matang telah dilakukan sebelumnya, mulai dari APD oleh petugas pelabuhan, kerja sama dengan KSOP, Bea Cukai, dan Karantina.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga telah terlebih dahulu mengecek kesehatan kru kapal dan memastikan kapal steril sebelum izin sandar diberikan.

"Hal ini menunjukkan bahwa meskipun wabah Covid-19 masih melanda Indonesia, tidak menyurutkan PMT untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa demi mendukung kegiatan perekenomian Indonesia," kata Robert. (hlz/hlz)


Komentar