Kamis, 16 Juli 2020 | 00:36 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Kamis, 27 Februari 2020 19:34

JPPI Siap Relokasi 4 Gantry Crane eks-TPK Koja dan JICT ke Pelabuhan Kijing

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) siap merelokasi empat unit gantry crane jenis Post Panamax eks TPK Koja dan JICT ke Pelabuhan Kijing, Pontianak, Kalimantan Barat.

Anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC itu menyatakan sanggup untuk melakukan relokasi, tetapi hingga kini belum mendapatkan penunjukan untuk pekerjaan tersebut.

"JPPI siap membongkar empat unit crane jenis Post Panamax di TPK Koja dan JICT, kemudian merelokasi dan memasang kembali di Pelabuhan Kijing," ujar Bimo Widhiatmoko, Direktur Utama PT JPPI kepada Translogtoday, Rabu (26/02).

Dia nengatakan, JPPI belum ditunjuk untuk pekerjaan relokasi itu mungkin dalam pembahasan di IPC karena banyak opsi dalam pengadaan alat bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kijing.

Bimo tidak bersedia menjelaskan opsi apa yang akan dipakai untuk pengadaan alat tersebut. Namun sumber Translogtoday di IPC menyebutkan, opsi pengadaan alat itu antara lain Harbour Mobile Crane (HMC) dalam kondisi baru.

Alasannya, pelabuhan baru tidak menggunakan crane bekas, meskipun jenis Panamax termasuk canggih untuk terminal domestik.

Berdasarkan informasi dari perusahaan pemakai jasa pelabuhan, sejumlah alat di pelabuhan yang dikelola IPC sudah banyak berusia tua, sehingga alat tersebut sering ‘batuk-batuk’ dan tidak produktif lagi.

Marjuki Mahardhika, salah seorang pemakai jasa anggota ALFI (Asosiasi Logistik Forwarding Indonesia) mengatakan, apabila IPC ingin menjadikan pelabuhan kelas dunia maka alat bongkar muat peti kemas harus diganti karena sudah tidak produktif.

"Alat-alat sudah sering rusak, sehingga perlu diganti dengan yang baru," ujarnya. Dia mengatakan alat tongkat muat peti kemas sudah berusia di atas 5 tahun, bahkan ada yang sudah lebih dari 10 tahun. (hlz/hlz)


Komentar