Kamis, 16 Juli 2020 | 01:15 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Selasa, 18 Februari 2020 18:35

KSOP Kelas II Pontianak Kaji Percepat Pembangunan Kijing Jadi Pelabuhan Induk

Aidikar M. Saidi

PONTIANAK - KSOP Kelas II Pontianak mengkaji percepatan pembangunan Pelabuhan Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai pelabuhan induk, menyusul rencana operasi perdana atau soft launching pada Juni 2020.

"Pelabuhan Kijing nantinya terintegrasi dalam melayanani peti kemas, break bulk cargo, curah cair dan lainnnya," kata Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak Stanislaus Wembly Wetik, Senin (17/2).

Dia mengatakan telah mengadakan rapat koordinasi untuk membentuk tim percepatan pembangunan Pelabuhan Kijing bekerja sama Distrik Navigasi Pontianak, PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia (PPI), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Setelah tim terbentuk, segera dilakukan running untuk menjamin keselamatan pelayaran DKLr (Daerah Lingkungan Kerja) yang meliputi wilayah daratan dan perairan, sementara DLKp (Daerah Lingkungan Kepentingan Perairan) meliputi perairan. “Apakah perairan itu wajib pandu, masih terus dilakukan kajian apakah memakai pandu luar biasa atau pandu biasa,” ujarnya.

Stanislaus menjelaskan, selama pembangunan Pelabuhan Kijing, KSOP Kelas II Pontianak dari sisi perairan sudah terlibat langsung untuk mengawasi keselamatan pelayaran terhadap kapal-kapal yang mengangkut kebutuhan pembangunan pelabuhan Kijing.

Adapun pembangunan dari sisi perairan, PT PPI selaku pemilik proyek selalu memberikan laporan bulanan maupun triwulan kepada KSOP Kelas II Pontianak.

”Diharapkan sampai dengan soft launching pada Juni 2020, trestle seluruhnya sudah tersambung 100% dengan jarak 3,5 km ke container yard (CY) atau lapangan penumpukan peti kemas. Namun sisi darat masih perlu pembangunan fasilitas seperti perkantoran dan fasilits lainnya, ” tuturnya.

Dia mengatakan, pembangunan terminal Pelabuhan Kijing diperkirakan cukup besar. ”Namun melihat kondisi pelabuhannya, pembangunan infrastruktur kepelabuhan Kijing kemungkinan besar Pemprov Kalimantan Barat kerja sama dengan Kementerian PUPR dan mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh gubernur se-Kalimantan,” ungkapnya. (hlz/hlz)


Komentar