Kamis, 14 November 2019 | 08:58 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Land Transport
Selasa, 08 Oktober 2019 15:45

Operator Kapal Terancam Mati, Kemenhub Segera Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan

Translog Today

JAKARTA - Kementerian Perhubungan segera menyesuaikan tarif angkutan penyeberangan komersial antarprovinsi, setelah selama 2,5 tahun terakhir tidak mengalami kenaikan sama sekali.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengungkapkan, tarif penyeberangan akan dinaikkan secara bertahap hingga 3 tahun ke depan rata-rata 28% untuk 20 lintasan komersial.

"Kenaikkan tarif rata-rata 28 persen secara keseluruhan. Ada beberapa lintasan kenaikannya 10%-30%, jadi rata-rata naik 28%," katanya seusai membuka Uji Publik RPM tentang Pedoman Formulasi dan Penyesuaian Tarif Angkutan Penyeberangan Antar Provinsi di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Dia mengatakan, penyesuaian tarif tersebut berdasarkan usulan berbagai pihak. Selain mempertimbangkan permintaan Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), juga usulan DPR RI.

"Kami telah menyiapkan konsep skemanya untuk menyusun indikator perhitungan tarif itu. Setelah skema dibuat, sekarang kita uji publik," jelasnya.

Melalui uji publik, tutur Budi, pihaknya siap menampung masukan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). "Walaupun ada kenaikan tetapi dengan kemampuan masyarakat sekarang ini jangan sampai masyarakat tidak terakomodir perwakilannya."

Dirjen Budi mengatakan kenaikan tarif pada dasarnya berorientasi pada peningkatan pelayanan dan keselamatan penyeberangan, bukan demi keuntungan operator semata.

Menurut dia, penyesuaian tarif dilakukan untuk mengimbangi biaya operasional operator yang cukup tinggi, seperti bahan bakar, kru kapal dan pemeliharaan kapal.

Memprihatinkan

Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo mengungkapkan, kondisi operator penyeberangan saat ini sangat memprihatinkan. Mereka tidak hanya kesulitan membayar gaji karyawan, tetapi juga sudah sering menunggak angsuran bank dan tagihan dari galangan kapal untuk perawatan rutin kapal.

"Kondisi kami sangat memprihatinkan. Kenaikan tarif ini semata-mata demi menjamin keselamatan dan tidak berlebih untuk mencari keuntungan. Kenaikan tarif ini pun dicicil selama 3 tahun dengan asumsi tidak ada kejadian luar biasa yang mempengaruhi biaya operasional kami secara signifikan," ungkapnya.

Dia berharap pemerintah melalui Kemenhub merealisaikan komitmennya untuk menyelamatkan angkutan penyeberangan dari kebangkrutan sehingga pelayanan dan keselamatan publik terjamin.

"Penyesuaian tarif ini sudah kami pertimbangkan dengan matang sehingga tidak memberatkan konsumen dan pelanggan kami. Kalau kami cuma cari untung, pelanggan kami akan mati, akhirnya kami juga mati," tegas Khoiri. (hlz/hlz)


Komentar