Rabu, 12 Agustus 2020 | 09:53 WIB

Visit our social media :
Home / Logistic / Industry
Kamis, 11 Agustus 2016 18:33
GIIAS 2016

Ekspor Mobil 2017 Ditargetkan Naik 10%

Editor
(GIIAS)

TANGERANG - Ekspor mobil ditargetkan naik 10% pada 2017 dibandingkan dengan tahun ini yang diproyeksikan mencapai 200.000 unit.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto optimistis target itu tercapai seiring dengan upaya pemerintah menciptakan iklim investasi kondusif dan makin agresifnya prinsipal otomotif memproduksi kendaraan global.

"Saya optimistis karena pemerintah bersama pelaku industri otomotif di dalam negeri bertekad mewujudkan Indonesia menjadi basis produksi industri kendaraan bermotor dan komponennya di ASEAN, bahkan dunia," katanya seusai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2016).

Dalam upaya mendongkrak pasar ekspor, Kemenperin terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PT Pertamina terkait dengan peningkatan standar emisi dari Euro2 ke Euro4.

"Kami minta supaya Pertamina sudah bisa menyiapkan (suplai bahan bakar yang mendukung standar emisi tinggi) dengan target tahun 2019 atau 2020. Saat ini Pertamina sudah menyiapkan kilang," ungkap Airlangga.

Kemenperin sendiri, kata Menperin, serius mengkaji pemberlakuan standar Euro4 karena bermanfaat bagi lingkungan dan industri.

"Pelaku industri otomotif di dalam negeri agar memprioritaskan produksi kendaraan yang ramah lingkungan sehingga memenuhi standar Euro-4. Kami juga menyiapkan roadmap-nya karena penerapan Euro4 itu bagus dampaknya terhadap lingkungan," tuturnya dalam siaran pers.

Solusi lainnya untuk meningkatkan ekspor, lanjut Airlangga, para prinsipal perlu memperbanyak produksi kendaraan yang diminati pasar global saat ini seperti tipe sedan dan SUV. "Selama ini di Indonesia lebih banyal memproduksi model MPV," ujarnya

Di sisi lain, Menperin meminta pelaku industri otomotif nasional memperdalam struktur industrinya melalui peningkatan kemampuan industri komponen.

"Potensi pasar dalam negeri yang terus berkembang menjadi pendorong bagi pelaku usaha mengembangkan produknya sehingga menumbuhkan industri komponen guna memperdalam struktur industri otomotif nasional," paparnya.

Airlangga memastikan, pihaknya aktif memacu daya saing industri otomotif melalui peningkatan kemampuan SDM dan manajemen industri serta penguasaan teknologi dan R&D.

"Industri otomotif ini salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, penjualan kendaraan bermotor roda empat mencapai 1,1 juta unit pada 2015. Penjualan diproyeksikan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Apalagi,pemerintah memprioritaskan pengembangan industri otomotif nasional melalui berbagai langkah strategis khususnya untuk menarik investasi baru dan mendorong peningkatan kapasitas produksi.

Industri otomotif juga memberikan efek ganda cukup besar terhadap kegiatan sektor ekonomi lainnya, terutama terhadap penyerapan tenaga kerja yang hingga saat ini mencapai 1,5 juta orang.

Jumlah itu terdistribusi pada berbagai sektor mulai dari industri perakitan, industri komponen lapis pertama, kedua dan ketiga, sampai di tingkat bengkel resmi sales, service dan spare parts.

Wapres Jusuf Kalla mengatakan industri otomotif merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan perekonomian suatu negara. Sektor ini mampu memberikan efek besar ke banyak pihak dari hulu sampai hilir.

Karena itu, lanjut Kalla, pemerintah terus mendukung pertumbuhan industri otomotif melalui penyediaan infrastruktur. "Dengan infrastruktur yang memadai, pendistribusian kendaraan ke daerah akan terbantu. Hal ini akan memberikan nilai tambah bagi daerah," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar