Kamis, 16 Juli 2020 | 00:47 WIB

Visit our social media :
Home / Logistic / Industry
Selasa, 16 Februari 2016 14:20

JIIPE Jadi Contoh Pengembangan 14 Kawasan Industri di Luar Jawa

Translog Today
JIIPE

SURABAYA -

Kementerian Perindustrian mendorong percepatan pembangunan kawasan industri Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Kawasan industri terpadu itu akan menjadi percontohan bagi pengembangan 14 kawasan industri prioritas di luar Pulau Jawa.

Menurut Menteri Perindustrian Saleh Husin, JIIPE dikategorikan sebagai kawasan industri generasi ketiga karena mampu menjadikan kota industri baru yang modern dan mandiri.

"Kawasan industri generasi ketiga itu tidak hanya dipenuhi dengan pabrik-pabrik, tetapi juga dilengkapi dengan kawasan pemukiman, bisnis, pendidikan, hiburan dan olahraga," ujarnya ketika mengunjungi Kawasan Industri JIIPE di Gresik, Jawa Timur, Minggu (14/2/2016).

JIIPE merupakan kerja sama antara PT Pelindo III dan PT AKR Corporindo Tbk yang memiliki luas lahan hingga 2.933 ha dengan total investasi mencapai Rp 50 triliun. Kawasan ini termasuk fasilitas pelabuhan seluas 406,1 ha, lahan industri 1.761,4 ha dan perumahan 765,77 ha.

"Saat ini sekitar 1.400 ha lahan telah dibebaskan. Selanjutnya, industri yang akan dikembangkan dalam kawasan JIIPE, antara lain industri berat, industri berbasis CPO, industri mengenah, industri ringan dan dan otomotif," kata Saleh.

Jika telah beroperasi penuh, kawasan ini mampu menyerap tenaga kerja sekitar 100.000 orang. Saat ini dalam tahap konstruksi, JIIPE telah melibatkan 3.000 tenaga kerja langsung, yang 90 persen di antaranya berasal dari masyarakat sekitar.

"Selain itu, dengan beroperasinya JIIPE diharapkan dapat menurunkan biaya logistik hingga 10%-20% dari total biaya produksi," kata Saleh. Hal ini dikarenakan JIIPE dibangun dengan mengedepankan integrasi antara kawasan industri dan infrastruktur logistik yang meliputi pelabuhan, jaringan kereta api dan jalan tol.

Saleh menyampaikan, JIIPE mengusulkan pembangunan rel kereta api sepanjang 12 km ke stasiun terdekat. "JIIPE sedang menyusun studi kelayakan rencana tersebut," ujarnya.

JIIPE juga berencana membangun tiga pembangkit listrik yang terdiri atas PLTG 15 MW (konstruksi mulai Q1 2017), PLTG 500 MW (konstruksi mulai Q4 2018), PLTB 600 MW (konstruksi mulai Q4 2020).

"Lahan untuk pembangunan pembangkit listrik 15 dan 500 MW telah siap dan sedang menunggu surat rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur untuk mengurus perizinan pengajuan wilayah usaha listrik di BKPM," papar Saleh.

Mengenai pasokan gas, PT PGN dan PT Pertagas telah mendukung penyediaan gas di kawasan tersebut. "SKK Migas mengusulkan untuk sumber gas dapat dipasok dari lapangan Bontang dan Tangguh," kata Saleh.

Sementara itu, guna meningkatkan efisiensi kegiatan ekspor dan impor, JIIPE berencana untuk mengajukan diri sebagai Pusat Logistik Berikat.

Mengenai pengolahan limbah B3, kata Saleh, ada usulan rencana pembangunan pengolahan limbah B3 di Lamongan, sedangkan rencana lokasi di Mojokerto masih dalam tahap penyusunan studi kelayakan.

Menperin mengharapkan, pembangunan kawasan industri JIIPE akan memacu pertumbuhan ekonomi lokal dan mampu menjawab berbagai tantangan yang ditinjau dari aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.

Menurut Saleh, kemajuan sektor industri harus didukung dengan penyediaan kawasan industri yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas infrastruktur pendukung industri, sehingga mampu menjadikan industri memiliki daya saing.

"Untuk itu, penyediaan kawasan-kawasan industri menjadi salah satu prioritas dalam program pembangunan industri nasional ke depan," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar