Rabu, 18 September 2019 | 20:15 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Sabtu, 15 Agustus 2015 08:28

Bambang Haryo Minta Rizal Ramli Fokus Benahi Kemaritiman

Hery Lazuardi
Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo (repro)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman yang baru, Rizal Ramli, diminta fokus membenahi bidang kemaritiman yang masih karut marut guna mewujudkan mimpi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Rizal Ramli seharusnya benar-benar fokus mengurusi kemaritiman, jangan mengurusi korporasi [BUMN] terlalu jauh yang menjadi domain instansi lain. Masih banyak pekerjaan berat di sektor maritim yang harus dia benahi," kata anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo, Jumat (14/8/2015).

Sehari setelah dilantik menjadi Menko Kemaritiman, Rizal mengungkapkan dia telah menyampaikan pandangan kepada Presiden agar Garuda Indonesia membatalkan rencana pembelian 30 pesawat Airbus A350 XWB dengan pinjaman US$44,5 miliar dari China Aviation Bank.

Pernyataan itu memicu ‘konflik' terbuka antara Rizal dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Rini menegaskan tidak boleh ada pihak yang mencampuri urusan bisnis Garuda selain Menko Perekonomian, dengan posisi Kementerian Keuangan bertindak selaku pemegang saham perusahaan milik negara, dan Kementerian BUMN sebagai kuasa pemegang saham.

Bambang mengatakan Komisi VI DPR yang ikut mengawasi BUMN menilai aksi korporasi Garuda itu merupakan wewenang dari Kementerian BUMN dan Menko Perekonomian.

"Sebaiknya disampaikan saja secara internal pemerintahan, kalau begini kan kurang bagus dan menunjukkan Presiden tidak menempatkan menterinya dengan benar," ujarnya.

Pemesanan 30 pesawat A350 XWB itu ditandai dengan penandatanganan letter of intent (LoI) antara Garuda dan Airbus di sela-sela pameran dirgantara Paris Air Show 2015 di Paris, Prancis, beberapa waktu lalu.

Dengan kemampuan yang ditawarkan A350 XWB untuk terbang non-stop dari Jakarta atau Bali menuju Eropa, Garuda berencana menggunakan armada A350 XWB itu untuk mengembangkan layanan rute jarak menengah dan jarak jauh.
(hlz/hlz)


Komentar