Rabu, 20 Januari 2021 | 19:49 WIB

Visit our social media :
Home / Corporation / CSR
Minggu, 14 Juni 2015 12:43

Pelindo II Danai Program Kapal Pendidikan Kalabia

Translog Today
Kapal pendidikan Kalabia (IPC)

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC dan Yayasan Kalabia Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Kerjasama Program Pendidikan Konservasi Kelautan bagi Generasi Muda melalui program Kapal Pendidikan Kalabia.
IPC berkomitmen mendukung pendanaan program pendidikan konservasi lingkungan ini selama 5 tahun ke depan. Program Kapal Pendidikan Kalabia mengadopsi sistem belajar sambil berlayar untuk anak-anak usia belajar kelas 4-6 sekolah dasar.
Kapal yang dilengkapi dengan tenaga pendidik, perpustakaan serta peralatan audio dan video ini akan berlayar selama 20 hari ke berbagai desa dan kepulauan di Kabupaten Raja Ampat.
Setelah itu, kapal akan kembali ke Sorong untuk mengisi bahan bakar dan logistik selama 10 hari sebelum kembali berlayar ke desa-desa yang belum dikunjungi. Di setiap desa yang dikunjungi, kapal akan bersandar selama 3 hari. Per harinya, sekitar 30-50 anak-anak di desa setempat dapat belajar di dalam Kapal Kalabia tersebut.
Kapal Kalabia pada awalnya merupakan kapal tuna sepanjang 32 meter. Nama Kalabia diambil dari nama lokal untuk jenis ikan hiu endemik Papua Utara "walking shark" yang berjalan di tanah dengan siripnya, yang merupakan jenis baru dari genus Hemiscylliidae.
"Sebagai negara maritim, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengelola sumber daya kelautan Indonesia yang sangat kaya. Penting bagi kita untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Lebih penting lagi, bagaimana cara kita menciptakan generasi penerus yang peduli akan lingkungan, khususnya di Kepulauan Raja Ampat yang memiliki alam kelautan yang luar biasa," ujar RJ Lino, Direktur Utama Pelindo II, dalam siaran pers.
Di dalam Kapal Pendidikan Kalabia, terdapat enam modul pengajaran yang diberikan yaitu modul ekosistem mangrove, rumput laut, terumbu karang serta hewan-hewan yang dilindungi.
Modul lainnya mencakup pendidikan tentang pengelolaan sampah serta konektivitas antara manusia dan alam sekitar.
Selain belajar,anak-anak didik juga diajak mengikuti permainan untuk memancing kreativitas mereka dalam menciptakan kepedulian dengan lingkungan hidup.Hingga 4 tahun sejak diresmikan, Kapal Pendidikan Kalabia telah memberikan pengajaran kepada anak-anak di 120 kampung di Kabupaten Raja Ampat.
Program ini juga terus dikembangkan denganmemberikan pendidikan serupa pada anak-anak di 12 kampung di wilayah Kaimana sejak tahun 2010.
"Sebagai bagian dari masyarakat, IPC juga ingin memberikan kontribusi dalam kegiatan pendidikan untuk mencerdaskan generasi penerus dalam menjaga ekosistem demi kelangsungan hidup bersama. IPC akan terus memberikan dukungan kepada Yayasan Kalabia dalam mengembangkan program Kapal Pendidikan,"ujar Lunggana, Wakil Kepala PKBL & CSR Pelindo II (Persero).
Melalui kegiatan ini, IPC berharap generasi penerus di sekitar Raja Ampat tidak hanya memahami betapa berharganya ekosistem perairan dan pesisir di Indonesia, tetapi juga mengajak mereka untuk berpikir kritis tentang bagaimana kita memperlakukan alam demi keberlangsungan bersama.
(hlz/hlz)


Komentar